Jumat, 01 Juli 2016

Lihat Seperti Artinya



Hari sedihku berawal dari pertemuan yang indah, seorang pria berkemeja hitam membawa mawar berlutut di hadapanku meminta diriku untuk menjadi kekasihnya, hal yang sangat romantis yang dilakukan lelaki kepadaku. Ku ambil sekuntum mawar itu kucium wanginya seolah-olah wangi itu adalah bagian diriku yang hilang. Aku wanita yang menyikapi semua hal dengan tidak biasa, menjauhi pria yang menyukaiku salah satunya mengambil contoh kehidupan ibuku yang pernah gagal dalam berumah tangga membuatku takut untuk berurusan dengan lelaki. Aku di tinggalkan ayahku saat aku duduk di kelas 2 sd, mereka bertengkar hebat sampai akupun takut untuk mendengarnya, tak ada yang kuingat dari sosok ayah, aku hanya membencinya dan berusaha tidak memikirkannya walaupun terkadang kurindu sesosok pria untuk menjagaku, menasihatiku dan menolongku disaat kuterpuruk dari kehidupanku yang tak pernah utuh lagi. Kumerasakan kejanggallan saat bertemu pria itu, pria yang memintaku untuk menjadi kekasihnya. Awalnya kami bersekolah bersama di sma swasta di lampung kami cukup dekat ku anggap dia sebagai kakakku sendiri yang dapapt membantuku dan menjagaku disaat anak yang lain mengolok-olokku, membantuku disaat kutidakmengerti suatu pelajaran, dia juga menyemangatiku di saat aku dalam kesulitan, dia yang selalu ada untukku, dia juga yang telah merubah pandangan hidupku tentang sesosok lelaki yang kukenal selama ini.
                Mungkin pertemananku dengannya akan berlangsung baik-baik saja, kami bermain bersama tertawa bersama hingga waktupun kami hiraukan. Namun ada satu hal yang aku khawatirkan tentangnya, apakah dia akan seperti ini selamanya? Selalu menemaniku selalu ada disampingku. Sebuah pertanyaan yang aku hindari, yang kutahu dia disini sekarang.
                Satu waktu dia bertanya kepadaku tentang seorang wanita yang baru ia lihat tadi pagi, wanita dengan rambut panjang dan dihiasi oleh kunciran kecil di sebelah kanan kepalanya, memiliki paras yang cantik berpenampilan seperti wanita sempurna dimata lelaki. Aku tahu dia, wanita itu adalah anak dari pengusaha batu bara kutahu dia dari teman-temanku. “ooh si jessica, dia baru kelas 2. Kenapa? Lu suka yaa sama dia?..”tanyaku dengan sedikit cemburu. “nggak kok, Cuma nanya aja soalnya selama sekolah disini gue baru lihat dia”. Kekhawatiranku kepadanya pun semakin menjadi-jadi, tatkala sepulang sekolah dia menemui jessica dan mengajak kenalan padanya, aku yang melihatnya berusaha untuk tidak tahu apa-apa. Mataku pun terasa tak ingin berkedip melihat jessica tersenyum kepada lelaki yang selalu menemaniku itu, rasa cemburu itupun menjadi semakin terlihat disaat aku menanyakan hubungan dia dengan jessica setelah beberapa hari berkenalan. Walaupun sebenarnya aku pun tahu apa yang dia lakukan bersama jessica beberapa hari ini, dia pun sudah mulai menolak ajakanku untuk pulang sekolah bersama, dia lebih memilih jessica untuk di antar pulang ketimbang aku. Disaat itu aku tahu semua lelaki akan meninggalkanmu juga pada akhirnya membuatku ingat kepada kejadian yang ibuku yang tinggalkan ayahku pergi entah kemana. dia meninggalkan kami berdua begitu saja, pakaian ayahku pun masih berada di lemarinya. Aku tak tahu kemana dia pergi mungkinkah dia sudah memiliki keluarga baru?! Mungkinkah dia tak pernah ingat lagi kepada kami?! Ibuku pun bertahan sendiri untuk menafkahiku, menyekolahkanku sampai saat ini. dia wanita yang selalu aku banggakan dalam setiap detik tak pernah ku lupakan ibuku yang telah merawat ku sendirian, tak pernah kulupakan untuk memetik cabai di kebun milik pamanku sepulang sekolah untuk ibuku yang nantinya akan digunakannya untuk membuat sambal gado-gado.
                Hari demi hari terus berganti aku dan dia pun bagaikan tak pernah ketemu disekolah walaupun kami satu kelas namun pikiran dia hanya untuk jessica saat ini. kami pun hanya bertegur sapa seperlunya saja, kami tak pernah bermain belajar dan tertawa bersama lagi, aku pun merasa dia bukanlah orang yang kukenal lagi, ketakutankku menjadi kenyataaan saat pria yang selalu menemaniku mendadak melupakanku aku hanya bisa meilhatnya dari kursi belakang saat jessica datang untuk menemuinya ketika bel pulang berbunyi. Aku masih ingat saat dia selalu mengajakku bermain sepulang sekolah, mengantarkanku memetik cabai di kebun, mentertawakanku disaat semua memarahiku karna kesalahanku, kehangatan dari kata-kata yang keluar dari mulutnya seakan itu adalah hal yang bisa kugenggam selamanya.
                Kujalani hidupku seperti biasa lagi, tanpa memperdulikan dia lagi. Selepas sekolah ku langsung pulang ke rumah, terkadang tetesan air mata pun tak bisa kubendung lagi mengingat betapa indahnya candaannya dulu, tersenyum sendiri ku mengingatnya lagi namun kupikir untuk apa ku mengingatnya lagi dia sekarang disana bersama wanita yang ia cintai. Mungkin jessica adalah sosok wanita yang sempurna dimatanya, jika disandingkan denganku aku hanyalah butiran kapas sedangkan dia adalah burung yang terbang mengepakkan sayapnya sendiri. Jessica, itulah cerita terakhir yang kusampaikan padanya sampai akhirnya dia pergi meninggalkanku dan memilih cintanya dari pada persahaban kita.
                Satu hari kujalani bersama ibuku  membantu berjualan gado-gado di rumah. Sampai pada siang hari saat sayuran untuk membuat gado-gado pun tinggal sedikit yang mungkin hanya cukup untuk setengah porsi. Kami pun menutup warung gado-gado ibu siang itu, namun datanglah lelaki itu, lelaki yang seharusnya bermain bersama denganku hari itu, dia dengan sedikit senyumannya mengucapkan kata yang begitu merdu di telingaku “hai, apa kabar?” tanyanya, belum sempat kujawab pertanyaannya dia menyelak dengan menyanyakan apakah gado-gadonya masih ada, seolah pertanyaan apa kabar itu hanyalah sebuah basa-basi. Dengan senyuman palsuku kujawab “sudah habis, karna hari ini memang lagi ramai yang beli gado-gado tadi”. “yaah padahal jessica lagi pengen gado-gado. Yaudah deh makasih yaah.” Sontak aku kaget dari apa yang ia ucapkan tadi, ternyata gado-gado yang ia ingin beli adalah untuk jessica, airmataku pun menetes untuk kesekian kalinya, menangisi seorang pria yang bahkan dia pun tidak tahu apa yang kurasakan selama ini. mungkinkah dia akan melihatku menangisinya? “gue pesen 2 buat besok bisa?” tiba-tiba ia kembali ke warungku, “elu nangis?” tanyanya kembali kepadaku yang mungkin untuk pertama kalinya dia melihatku menangis. “kenapa nangis? Ada apa? Erika?” tanyanya kembali sambil mengusap air mataku. Aku tak dapat berkata apa-apa, aku hanya menggelengkan kepalaku sesekali untuk menjawab pertanyaannya. Aku malu dan sedih namun disaat yanng sama aku merasa senang bisa di perhatikan lagi olehnya. Aku pun mengusap air mataku dan mulai memberikan senyuman kepadanya yang seolah itu adalah jawaban bahwa aku tidak apa-apa. “kenapa menangis? Gue salah yaa? Mungkin karna gue udah gak bisa main lagi sama lu?” “nggak kok gue Cuma keingetan ayah gue” dengan wajah kasian dia memelukku sambil mengelus kepalaku. “maafin gue yaa, mungkin karna kita jarang main sama-sama lagi lu jadi keingetan ayah lu, maafin banget karna gue ninggalin elu begitu aja.” “nggak kok, nggak apa-apa lagi. Gue seneng ngelihat elu berdua sama jessica, akhirnya elu pacaran juga sama dia. Selamat yaah” balasku sambil melepaskan pelukannya. “iih gak usah ikut-ikutan sedih deh, ayo senyum lagi besok gue buatin gado-gado spesial buat jessica yaah” sejak saat itu dia lebih memperhatikanku lagi walaupun Cuma mengajak ngobrol sebentar lalu pergi lagi dengan jessica tapi aku senang akhirnya dia bisa meluangkan waktunya untuk belajar bersamaku.

bersambung.....

Rabu, 29 Juni 2016

Tangis Tawa

Dirinya tidak pernah bisa memahami hujan ini. karena ia selalu memegang payung untuk menghindari setiap rintikannya. Payung itu lah yang membuat dirinya kuat, yang membuatnya tidak kebasahan tapi apakah berarti dia merasa senang?. Jika ingin merasakan kesenangan, anda harus bisa merasakan kesedihan.

Hal pertama yang kita lakukan tanpa kita harus pelajari terlebih dahulu adalah menangis. Yaa saat kita dilahirkan kita menangis. Tapi kenapa harus menangis? kenapa tidak tertawa? apakah kita merasa enggan berada di dunia ini?. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Banyak

Kita selalu menginginkan hal yang lebih baik dan mengikuti perkembangan jaman. Ketika kita memiliki sepeda maka kita akan menginginkan motor dan setelah kita mempunyai motor, kita menginginkan mobil. Begitu terus dan tiada habisnya. Hidup itu sederhana namun hal-hal seperti itu lah yang membuatnya rumit. Kesenangan dapat mudah di beli begitu saja, para koruptor yang meraup milliaran rupiah masih bisa berpergian bebas dengan uang mereka. Mungkin anda tahu berapa uang yang bisa dibayarkan untuk membunuh seseorang? mungkin anda lah pelaku yang rela membunuh hanya untuk segepok kertas. "i am a piece of paper and i control your eternal life". Benda tidak dapat berbicara namun dapat memiliki makna akan apa yang bisa diperbuat dengan benda itu.

Semua tergantung kepada si pengguna. Jika anda orang yang bijak dalam menggunakan sesuatu pasti anda juga dapat menggunakan uang itu dengan baik. Kita bisa mendengar lebih banyak suara tangis yang dilahirkan dan membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang. Kita bisa membuat orang-orang senang dengan perlakuan kita kepada mereka. Kita bisa mensyukuri dengan yang apa kita punya saat ini. Itulah hal yang bisa mempermudah jalan hidup kita. Anda tidak perlu payung untuk berlindung dari hujan, anda hanya harus menikmati setiap tetesannya maka anda akan merasakan senang saat langit menangis. Bayi menangis dan membuat orang lain tersenyum tapi apakah bisa kita meninggal dengan tersenyum dan membuat orang lain menangis?